bermula dari kesendirian, hingg terbangun kebersamaan...
24.5.10
12.1.10
4.7.09
Naik Gunung Kerinci
31.3.09
Salut Untuk Group Media & XL Sumatera
8.2.09
Yang menyedihkan, menyakitkan & mengecewakan!
Saat dia telah berjanji padamu, dia mengingkarinya ....
Hal yang sangat mengecewakan adalah kau dibutuhkan hanya pada saat dia dalam kesulitan ... Saat kau bersikap ramah, dia terkadang bersikap sinis padamu
... Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu ...
Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu ??? Sebenarnya hal-hal yang kau alami sedang mengajarimu .... Saat temanmu berdusta padamu atau
tidak menepati janjinya padamu atau dia tidak menghargai perhatian yang kau berikan .... sebenarnya dia telah mengajarimu agar kau tidak berprilaku
seperti dia ....
Saat temanmu menghapus e-mail yang kau kirim sebelum membacanya atau saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura2 tidak melihatmu ..... sebenarnya dia telah mengajarkanmu agar tidak berprasangka buruk & selalu berpikiran positif bahwa mungkin saja dia pernah membaca e-mail yang kau kirim .... atau mungkin saja dia tidak melihatmu ....
Dan saat dia tidak menjawab e-mailmu .... sebenarnya dia telah mengajarkanmu untuk menjawab e-mail temanmu yang membutuhkan jawaban walaupun kau sedang sibuk dan jika kau tidak bisa menjawabnya katakan kalau kau belum bisa menjawabnya jangan biarkan e-mailnya tanpa jawaban karena mungkin dia sedang menunggu jawabanmu
....
Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintaimu atau dia yang kau sayangi tiba2 mengirimkan kartu undangan pernikahannya .... sebenarnya sedang mengajarimu untuk ridha menerima takdirNya ....
Saat kau bersikap ramah tapi dia terkadang bersikap sinis padamu .... sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk selalu bersikap ramah pada siapapun ....
Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu ... sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk menjadi seorang teman yang bisa
diajak berbagi cerita, mau mendengarkan keluhan temanmu dan membantunya....
Bila kau dibutuhkan hanya pada saat dia sedang dalam kesulitan .... sebenarnya juga telah mengajarimu untuk menjadi orang yang arif & santun, kau telah membantunya saat dia dalam kesulitan ....
Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan yang sering kau alami atau bertemu dengan orang2 yang menjengkelkan, egois dan sikap yang tidak mengenakkan
...
Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti, tidak dipedulikan/dicuekin, tidak dihargai, atau bahkan mungkin dicaci dan dihina...
Sebenarnya orang2 tsb. sedang mengajarimu untuk melatih membersihkan hati & jiwa, melatih untuk menjadi orang yang sabar dan mengajarimu untuk tidak
berprilaku seperti itu ...
Mungkin Tuhan menginginkan kau bertemu orang dengan berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan sebelum kau bertemu dengan orang yang menyenangkan dalam kehidupanmu dan kau harus mengerti bagaimana
berterimakasih atas karunia itu yang telah mengajarkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu ...
Source : AirPutih
Saat kau memberikan perhatian, dia tidak menghargainya ...
Hal yang sangat menyakitkan adalah saat kau
mengirimkan e-mail pada temanmu, dia menghapus tanpa membacanya ... Saat kau membutuhkan jawaban dari e-mailmu, dia tidak menjawab dan mengacuhkannya ...
Saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura2 tidak melihatmu ... Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintamu ... Saat dia yang kau
sayangi tiba2 mengirimkan kartu undangan pernikahannya ....
7.2.09
Ombak dan jeram
Ombak dan jeram menakutkan bagi pemula.
ombak dan jeram besar dicari orang yang sudah mampu bersahabat dengannya.
masalah hidup menakutkan bagi pemula.
masalah hidup dicari dan ditantang oleh orang yang sudah mampu bersahabat dengannya.
Label:
jrs medan,
outbound training,
survival
Nothing is imposible at KM 0
6.2.09
fire walk
21.1.09
4.11.08
JRS di Tapak Tuan medio 2008
Bantu Nelayan agar tidak tersesat dengan membangun Mercusuar
rancang bangun, kekompakan, kerjasama, komunikasi, kepemimpinan, aturan kerja, manajemen waktu, manajemen perencanaan, keamaan kerja dan spirit bekerjasama.
rancang bangun, kekompakan, kerjasama, komunikasi, kepemimpinan, aturan kerja, manajemen waktu, manajemen perencanaan, keamaan kerja dan spirit bekerjasama.
23.10.08
Mengapa Harus Berhasil
14.9.08
JRS memberdayakan pemuda di Tapak Tuan
20.7.08
Orangutan Dilindungi Tapi Tak Terlindungi
Minggu, 13 Juli 2008 21:10 WIB
DEPOK, MINGGU - Orangutan telah ditetapkan sebagai satwa dilindungi. Hal tersebut siatur dalam Undang-undang 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati beserta Ekosistemnya dan PP 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.
Sayang, perhatian pemerintah maupun kepedulian masyarakat Indonesia terhadap orangutan dinilai masih minim. Tak jarang orangutan menjadi "korban gusuran" pembukaan perkebunan kelapa sawit karena dianggap hama.
Upaya konservasi orangutan juga masih dilihat secara sempit dan sektoral. Ini dapat dilihat dari fakta lapangan bahwa banyak orangutan yang hidup di luar hutan kawasan konservasi seperti di kawasan taman nasional. Bahkan hasil perkiraan OCSP (Orangutan Conservation Services Program), sekitar 70 persen habitat orangutan di luar kawasan konservasi.Sementara itu, peraturan mengenai kerusakan habitat orangutan belum ada. Yang diatur baru orangutannya saja. Akibatnya habitat orangutan seringkali tergusur kebun sawit. Padahal orangutan tidak dapat bertahan hidup tanpa habitat."Inilah lemahnya produk hukum kita," ujar Vira Ramelan dari OCSP. Menurutnya perlindungan spesies juga harus dibarengi dengan perlindungan habitat seperti yang dilakukan banyak negara di dunia. Di mana ada satwa dilindungi, kawasan tersebut harus bebas dari kegiatan yang dapat mengganggu kelangsungan hidup spesies tersebut.Hal tersebut tidak lepas dari penetapan kawasan konservasi yang dilakukan secara sektoral dengan menetapkan luasan daerah konservasi saja dengan asumsi orangutan dapat digiring ke kawasan tertentu saja. Dengan kebijakan ini, tak jarang komunitas orangutan terisolasi karena digiring ke kawasan sempit yang terkepung perkebunan. Dengan kondisi seperti ini, daya tahannya akan turun dan risiko kepunahan tinggi.Pengelolaan kebun sawit sebenarnya tetap dapat dilakukan tanpa melawan upaya konservasi. Yakni dengan menyediakan daerah penghubung antara habitat orangutan yang satu dengan lainnya. Peraturan yang tegas dan penegakan hukum terhadap hal ini mungkin perlu agar pemilik kebun sawit tidak memanfaatkan kelemahan aturan yang berlaku saat ini.
"Kita ingin orangutan dilindungi "titik", bukan dilindungi tapi tak terlindungi seperti saat ini," tegas Vira.WAH
DEPOK, MINGGU - Orangutan telah ditetapkan sebagai satwa dilindungi. Hal tersebut siatur dalam Undang-undang 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati beserta Ekosistemnya dan PP 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.
Sayang, perhatian pemerintah maupun kepedulian masyarakat Indonesia terhadap orangutan dinilai masih minim. Tak jarang orangutan menjadi "korban gusuran" pembukaan perkebunan kelapa sawit karena dianggap hama.
Upaya konservasi orangutan juga masih dilihat secara sempit dan sektoral. Ini dapat dilihat dari fakta lapangan bahwa banyak orangutan yang hidup di luar hutan kawasan konservasi seperti di kawasan taman nasional. Bahkan hasil perkiraan OCSP (Orangutan Conservation Services Program), sekitar 70 persen habitat orangutan di luar kawasan konservasi.Sementara itu, peraturan mengenai kerusakan habitat orangutan belum ada. Yang diatur baru orangutannya saja. Akibatnya habitat orangutan seringkali tergusur kebun sawit. Padahal orangutan tidak dapat bertahan hidup tanpa habitat."Inilah lemahnya produk hukum kita," ujar Vira Ramelan dari OCSP. Menurutnya perlindungan spesies juga harus dibarengi dengan perlindungan habitat seperti yang dilakukan banyak negara di dunia. Di mana ada satwa dilindungi, kawasan tersebut harus bebas dari kegiatan yang dapat mengganggu kelangsungan hidup spesies tersebut.Hal tersebut tidak lepas dari penetapan kawasan konservasi yang dilakukan secara sektoral dengan menetapkan luasan daerah konservasi saja dengan asumsi orangutan dapat digiring ke kawasan tertentu saja. Dengan kebijakan ini, tak jarang komunitas orangutan terisolasi karena digiring ke kawasan sempit yang terkepung perkebunan. Dengan kondisi seperti ini, daya tahannya akan turun dan risiko kepunahan tinggi.Pengelolaan kebun sawit sebenarnya tetap dapat dilakukan tanpa melawan upaya konservasi. Yakni dengan menyediakan daerah penghubung antara habitat orangutan yang satu dengan lainnya. Peraturan yang tegas dan penegakan hukum terhadap hal ini mungkin perlu agar pemilik kebun sawit tidak memanfaatkan kelemahan aturan yang berlaku saat ini.
"Kita ingin orangutan dilindungi "titik", bukan dilindungi tapi tak terlindungi seperti saat ini," tegas Vira.WAH
Dapatkan artikel ini di
URL:http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/13/21104941/orangutan.dilindungi.tapi.tak.terlindungi
Langgan:
Entri (Atom)
.jpg)













