Gambar adalah Pasangan Sdr. Diaz dari Radio Nederland yang membuktikan keberaniannya dengan membuat rakit sendiri dan mendayungnya menembus batas Danau Toba medio 2007.
Modul ini menunut kemampuan perencanaan strategis, manajemen waktu, kemampuan menangani stress, kompetisi dan pengendalian diri secara fisik dan mental.

Alam adalah media edukasi yang langsung menghubungkan kita dengan Tuhan sang pencipta.
Secara mekanik dan mistis semua dedaunan laksana kertas dengan air danau, sungai, laut menjadi tintanya. lalu disitulah Tuhan mengajarkan ayat-ayat kehidupan kepada mereka-mereka yang mau membuka mata dan kupingnya serta memberikan kesempatan membuka batin nuraninya.
Berguru kepada Alam adalah langkah bijak untuk mengenal diri dan Tuhan kita. bahwa pada akhirnya kita tidak lagi mengenal batas yang memisahkan.
Salut untuk diaz dan rike dkk dari radio nederland yang sudah belajar dari alam danau toba (foto atas) pada tanggal 10 s/d 13 november 2007. kalian sudah menemukan bahwa kesejatian hidup adalah bersama dalam perbedaan.
Kita setuju untuk sampai pada sebuah kesepakatan bahwa akhirnya salah satu organ tubuh terpenting adalah oksigen/udara. tanpa udara kita tidak lagi layak menyandang gelar manusia.
Kemarin itu, sudah dibuktikan bahwa udara yang ada diparu-paru kita tidak terpisahkan oleh dinding kaca atau ruang hampa atau apappun. yang ada di paru-paru kalian dan yang di paru-paru saya, jelas tidak terputus, jelas tersambung satu dengan yang lain. Sekarang bisa dipercaya bahwa warna kulit, ras, suku, bahasa, asal negara dan berbagai penyebutan perbedaan itu sejatinya tidak terpisah satu dengan yang lain.
Sekarang, apakah kita masih merasa halal membunuh organ tubuh kita sendiri yang lain walaupun mengatas namakan Tuhan?
0 komentar:
Poskan Komentar